Tembus Pasar Digital, Produk Keripik Singkong BUMDes Maju Bersama Sukses Naik Kelas

Tanggal: 2026-06-25 15:13:48

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama meluncurkan program digitalisasi pemasaran untuk produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan warga. Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan pasar yang sebelumnya hanya bergantung pada tengkulak lokal. Produk utama yang menjadi fokus utama adalah keripik singkong aneka rasa produksi ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).Melalui pelatihan manajemen toko daring dan optimalisasi media sosial yang digelar minggu lalu, kini produk tersebut resmi terdaftar di berbagai marketplace nasional. Pengelola BUMDes mendampingi langsung proses pengemasan agar sesuai standar pengiriman luar kota. Pada minggu pertama peluncuran, pesanan mulai berdatangan dari luar daerah hingga meningkatkan omzet kelompok perajin sebesar 40 persen. Pemerintah desa berharap program ini dapat menekan angka pengangguran dan menjadi motor penggerak ekonomi baru di era digital.2. Kategori: Kesehatan & StuntingJudul Berita: Tekan Angka Stunting, Kader Posyandu Desa Mekarsari Gencarkan Pembagian PMT Berbasis Pangan LokalRekomendasi Foto: Foto kader kesehatan sedang memberikan mangkuk makanan sehat kepada ibu yang menggendong balita.Deskripsi Panjang:Kader Posyandu bersama bidan Desa Mekarsari menggelar aksi gerebek stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara massal. Kegiatan ini diintegrasikan dengan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan bagi balita terindikasi kurang gizi. Uniknya, seluruh bahan makanan yang digunakan memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah di desa, seperti daun kelor, lele hasil budidaya warga, dan telur ayam kampung.Langkah ini diambil menyusul target pemerintah daerah untuk mencapai zero stunting pada akhir tahun ini. Selain membagikan paket makanan matang, para ibu balita juga diberikan edukasi langsung mengenai cara mengolah makanan bergizi seimbang tanpa biaya mahal. Bidan desa menegaskan bahwa intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat krusial. Evaluasi ketat akan dilakukan setiap bulan melalui penimbangan serentak di lima pos posyandu yang tersebar di wilayah desa.